Sembilan bulan kemudian Gavin dan Arani masih belum menikah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tetapi ikrar suci tak juga terucap. Anehnya, keduanya seperti tak memusingkan fakta itu sama sekali. Gavin terlalu sibuk menyelamatkan perusahaannya yang terus tak mencapai target penjualan. Sementara Arani terlalu sibuk menstabilkan Janitra Corporation sebagai akibat panjang dari mundurnya investor besar mereka lebih dari setahun yang lalu. Helia menyaksikan itu semua tanpa berkomentar, tanpa perasaan. Kepeduliannya pada usaha keluarga benar-benar menghilang. Sampai suatu malam, saat makan bersama lagi, Helia kembali memastikan sesuatu. “Kalau posisi aku di Janitra… sekarang gimana? Dokter bilang, aku sudah bisa bekerja secara normal.” Semua menatapnya. “Berdasarkan meeting pemegan

