Anak Menjadi Alasan

1000 Words

Karena tidak ingin ribut, akhirnya Sebastian membawa Maggy ke tempat lain. "Lepas!" hardik Maggy menampik tangan Sebastian yang memegang lengannya. "Sadar, Maggy. Jangan sampai amukanmu membuat malu diri sendiri." Sebastian berkata dengan nada yang tinggi. "Oh, begitukah?" Maggy tersenyum sinis menanggapi peringatan Sebastian, yang menurutnya tidak berpihak. Melainkan Sebastian lebih membela Alan. Tidak. Bukan Aland. Maggy yakin itu karena Zaya. Ya, Zaya adalah alasan yang tepat untuk itu. "Apa ini karena, Zaya?" Maggy menatap Sebastian dengan tatapan yang tajam. Matanya memerah, bukan karena menangis. Akan tetapi ada percikan api di dalamnya. "Kau marah bukan? Kau marah karena ada Zaya, di sana?" Maggy terus menghardik Sebastian dengan kemarahan. "Maggy, jangan seperti itu, ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD