Berlagak Menjadi Pahlawan

1344 Words

Zaya menjatuhkan ponselnya ketika televisi dimatikan. Kakinya seketika lemas, serta badannya yang hilang kendali. Zaya hampir saja ambruk, andai saja Aland tidak langsung menangkap badannya. "Zaya, kamu kenapa?" Aland menjadi panik, sambil menepuk pipi Zaya, Aland terus memanggil nama gadis itu. "Zaya, bangun, Zaya. Bangun." Zaya menatap Aland dengan tatapan yang kosong, matanya mulai menganak sungai. Rasanya begitu tidak sanggup untuk menghadapi kenyataan, bahwa kini dunia telah mengetahui fakta yang sesungguhnya. Zaya ingin bicara, tapi ia tidak kuasa. Dalam gelapnya pernikahan mereka, mata Zaya ikut dalam bayangan hitam. Dia pingsan. "Zaya …!" jerit Aland histeris. Dia begitu syok melihat Zaya terkulai lemas di lengannya. Bahkan Zaya tidak bergerak sama sekali. Jeritan Aland te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD