Bab 68

1149 Words

Hati-hati mempercayai perasaanmu pada seseorang. Kenapa ibunya mengatakan itu? Apakah hanya nasihat biasa? Atau... Ada alasan lain? Di sisi lain kota. Kaiden berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Ponsel masih berada di tangannya. Beberapa menit lalu ia akhirnya berhasil menghubungi Aluna. Dan hanya mendengar satu jawaban sederhana. "Aku lagi sama Papa dan Mama." Itu saja. Tidak lebih. Namun entah kenapa, dadanya langsung terasa jauh lebih ringan. Seolah beban yang sejak sore menekan pikirannya mendadak menghilang. Dia aman. Pikiran itu muncul begitu saja. Membuat Kaiden memejamkan mata. Lalu mengusap wajahnya kasar. Ya Tuhan. Apa yang sedang terjadi padanya? Kenapa hanya mendengar suara Aluna saja bisa membuatnya lega seperti ini? Kenapa sejak beberapa minggu terak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD