Getaran ponsel akhirnya berhenti. Namun tidak ada seorang pun di meja itu yang memperhatikannya lagi. Karena kalimat yang baru saja diucapkan ibunya jauh lebih mengejutkan. Aluna bahkan masih mencoba mencerna apa yang sebenarnya baru saja ia dengar. Robert duduk membeku. Jari-jarinya yang tadi menggenggam gelas kopi perlahan mengendur. Sementara wanita di depannya tetap terlihat tenang, meski mata mereka sama-sama menyimpan sesuatu yang tidak bisa disembunyikan. "Aku cuma bilang yang sebenarnya." Suara ibunya terdengar datar. "Tidak semua orang bisa hidup bertahun-tahun dengan bayangan masa lalu." Robert tertawa kecil. Namun tawa itu terdengar pahit. "Sekarang kamu masih berpikir itu masalahnya?" "Aku nggak bilang begitu." "Tapi kamu menyiratkan itu." Aluna menelan ludah. J

