Malam yang sejak siang membuat Aluna berdebar akhirnya tiba. Restoran hotel tempat acara tahunan para pebisnis nasional berlangsung tampak elegan tanpa terlihat berlebihan. Lampu-lampu gantung memantulkan cahaya keemasan di atas meja-meja bundar yang tertata rapi, sementara alunan musik piano mengalun pelan dari sudut ruangan, cukup lembut untuk menjadi latar tanpa mengganggu percakapan para tamu. Aluna sudah datang hampir dua puluh menit lebih awal. Padahal biasanya ia selalu menjadi orang yang datang mepet waktu. Malam ini berbeda. Sejak turun dari mobil kuning lemonnya di area parkir hotel, perutnya sudah terasa tidak nyaman. Bukan karena takut. Lebih tepatnya gugup. Gugup karena untuk pertama kalinya ia melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya. Dan bukan sesuat

