Bab 52

1148 Words

Di sisi lain kota. Aluna sedang mengemudikan mobil barunya. Senyum tidak pernah benar-benar hilang dari wajahnya. Ia bahkan sengaja memutar musik lebih keras dari biasanya. Riko yang mengikutinya dengan motor hanya bisa menggeleng. Lampu merah membuat kendaraan berhenti. Aluna memanfaatkan momen itu untuk mengambil ponselnya. Lalu mengirim foto mobilnya ke beberapa orang. Yang pertama Deasy. Yang kedua ayahnya. Dan setelah berpikir beberapa detik... Ia membuka satu nama lagi. Uncle Kaiden. Jarinya berhenti. Lama. Sangat lama. Lalu tanpa ragu ia menutup kembali layar ponsel. Tidak jadi. Kenapa harus dia? Batin Aluna. Kalau pria itu ingin tahu, biar tahu sendiri. Toh sekarang dia sibuk bersama Nada. Pikiran itu membuat senyumnya sedikit memudar. Namun ia buru-buru mengusi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD