Menjelang jam pulang kantor, suasana di lantai direksi mulai jauh lebih sepi. Sebagian besar karyawan sudah menyelesaikan pekerjaan mereka. Beberapa bahkan sudah mulai membereskan meja dan bersiap pulang. Kaiden sendiri masih berada di ruangannya. Tumpukan dokumen kerja sama tergeletak di atas meja, sementara layar laptop menampilkan laporan keuangan yang belum selesai ia baca. Namun sejak siang tadi, konsentrasinya tidak pernah benar-benar utuh. Beberapa kali pikirannya melayang ke lantai bawah. Ke ruang staf. Ke seorang gadis yang sejak pagi sengaja menghilang dari jangkauannya. Ketukan pintu memecah lamunannya. "Masuk." Pintu terbuka. Dan Kaiden langsung menghela napas pelan. Nada. Wanita itu masuk dengan senyum cerah seolah kantor itu juga miliknya. "Masih kerja?" "Tentu

