Riko menurunkan suara. "Wajah beliau kemarin ngeri banget." Aluna justru memutar bola mata. "Dia memang begitu." "Eh jangan gitu. Bagaimanapun beliau bos kita." "Dan bosmu itu suka bikin aturan sesuka hati." Riko tertawa gugup. Ia tidak berani ikut mengomentari. Meski diam-diam setuju. Aluna menggigit sedikit kue yang dibawakan Riko. Perutnya akhirnya terasa lebih baik. Tadi pagi ia memang sengaja berangkat cepat. Salah satunya karena tidak ingin bertemu Kaiden. Ia lelah. Lelah dengan sikap pria itu yang terus maju mundur. Lelah dengan dirinya sendiri yang selalu bereaksi. Lelah melihat Nada datang dan pergi sesuka hati. Maka, Aluna memutuskan melakukan hal yang selama ini selalu gagal ia lakukan. Menjauh. Kalau Kaiden bisa bersikap biasa, Ia juga bisa. Kalau Kaiden bisa h

