Keesokan harinya, kantor kembali berjalan seperti biasa. Ruang rapat kembali dipenuhi jadwal yang padat, telepon berdering silih berganti, dan para staf kembali tenggelam dalam tumpukan pekerjaan. Namun di balik rutinitas yang tampak normal itu, ada sesuatu yang berubah. Bukan aturan. Bukan sistem kerja. Melainkan cara orang-orang saling bertukar pandang. Semuanya bermula dari kejadian kemarin di lokasi proyek. Awalnya hanya bisik-bisik kecil yang terdengar di pantry ketika jam istirahat. "Aku nggak nyangka Pak Kaiden benar-benar ninggalin rapat." "Iya, katanya rapat sama investor, kan?" "Katanya langsung nyetir sendiri ke lokasi." "Terus Bu Aluna digendong keluar proyek. Aku lihat sendiri." "Aku juga lihat." "Tapi jangan ngomong keras-keras." Percakapan itu langsung terputus

