Dua hari setelah kejadian di lokasi proyek, Nada akhirnya berhenti membohongi dirinya sendiri. Ia berdiri di depan jendela apartemennya yang menghadap deretan gedung tinggi Jakarta. Matahari baru saja tenggelam, menyisakan semburat jingga yang perlahan ditelan langit malam. Di tangannya, secangkir kopi yang sejak satu jam lalu tak pernah benar-benar disentuh sudah kehilangan uapnya. Hening. Namun justru dalam keheningan itulah semua potongan kejadian kembali berputar di kepalanya. Tatapan Kaiden saat melihat Aluna makan siang bersama Riko. Keputusan Kaiden meninggalkan rapat penting hanya karena Aluna terkilir di lokasi proyek. Cara pria itu mengangkat Aluna tanpa memedulikan puluhan pasang mata yang sedang memperhatikan. Lalu pengakuannya di kedai kopi beberapa hari lalu. "Maaf...

