Suasana kantor mulai berubah tanpa disadari banyak orang. Sejak proyek kerja sama dengan perusahaan mitra berjalan, Nada semakin sering terlihat datang ke kantor pusat. Kadang ia hadir untuk rapat koordinasi, kadang membawa dokumen yang perlu ditinjau bersama, sesekali hanya mampir karena ada pembahasan teknis dengan tim proyek. Semua alasannya terdengar masuk akal. Bahkan jika diperiksa satu per satu, tidak ada satu pun yang bisa dianggap dibuat-buat. Karena itu, tak seorang pun mempertanyakan kehadirannya. Begitu pula Aluna. Selama pembicaraan masih berkaitan dengan pekerjaan, ia selalu bersikap profesional. Ia menjawab setiap pertanyaan, menjelaskan perkembangan proyek, lalu kembali tenggelam dalam laporan tesis dan pekerjaannya sebagai mahasiswa magang. Namun ada satu orang yang m

