Bab 15

1601 Words

Pintu apartemen terbuka dengan bunyi klik pelan, diikuti langkah kaki yang sudah sangat familiar. Deasy masuk sambil melepas sepatu, satu tangannya masih sibuk dengan ponsel, sementara yang lain menjinjing kantong plastik berisi camilan. "Al, sorry agak lama, gue beli—” ucapannya terpotong saat melihat Aluna yang duduk diam di sofa, memeluk bantal, menatap kosong ke arah televisi yang bahkan tidak menyala. Deasy berhenti. Alisnya langsung naik. “Wah… ini muka orang habis dapat kabar besar,” komentarnya santai sambil meletakkan kantong di meja. Aluna menghela napas pelan tanpa menoleh. “Dea…” “Nah, itu dia. Nada suara kayak gitu fix ada drama,” balas Deasy sambil duduk di sampingnya. “Ngomong. Gue siap.” Aluna menoleh pelan, ekspresinya campuran antara ragu dan pasrah. Ia butuh beber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD