Bab 16

1238 Words

Aluna menggeleng pelan. “Nggak.” Hening lagi. Lebih panjang. Lebih menekan. Dan di titik itu, keduanya sama-sama sadar— ini bukan sekadar pertemuan keluarga. Ini bukan sekadar kebetulan. Ini adalah sesuatu yang jauh lebih rumit. Jauh lebih berbahaya. Aluna menggenggam tasnya lebih erat, berusaha menahan semua emosi yang tiba-tiba naik ke permukaan. Sementara Kaiden masih berdiri di sana, menghalangi pintu, seolah tanpa sadar belum memberi ruang untuknya masuk. Dua orang dengan rahasia yang mereka tahu benar, dan masa lalu yang seharusnya berhenti… kini justru kembali hidup tepat di depan mereka. Bukan hening kosong, tapi hening yang penuh tekanan—seperti ruangan yang terlalu sempit untuk menampung semua yang tidak mereka ucapkan. Aluna merasakan dorongan kuat untuk mundur. Un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD