Nada tetap berdiri di dekat lift beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Tangannya masih menggenggam tas. Wajahnya tetap tenang. Namun pikirannya bergerak cepat. Sangat cepat. Dari tempatnya berdiri, ia melihat Kaiden melepaskan tangannya dari bahu Aluna. Hanya gerakan kecil. Sangat kecil. Bahkan mungkin tidak berarti apa-apa bagi orang lain. Namun Nada mengenal Kaiden terlalu lama. Pria itu tidak suka kontak fisik. Tidak pernah. Bahkan dulu saat mereka masih berpacaran, Kaiden bukan tipe pria yang akan menyentuh seseorang tanpa alasan. Karena itu pemandangan barusan terasa mengganggu. Aluna tampak sedikit terkejut. Sementara Kaiden terlihat sama tenangnya seperti biasa. Tetapi justru itulah masalahnya. Kaiden selalu bisa menyembunyikan perasaannya. Namun matanya

