Bab 74

1176 Words

Keenakan harinya mereka bertemu di sebuah kafe kecil yang cukup jauh dari kantor Kaiden. Staf wanita itu datang dengan wajah sedikit gugup. Namun begitu Nada bersikap ramah, kegugupannya perlahan menghilang. "Mbak pasti penasaran ya." Nada tersenyum tipis. "Aku cuma ingin tahu." Wanita itu langsung antusias. "Mungkin saya salah sih, Mbak. Tapi banyak yang merasa hubungan Pak Kaiden dan Aluna agak aneh." Nada tidak langsung bereaksi. Ia hanya mengaduk kopinya perlahan. "Aneh bagaimana?" Nada bertanya dengan mata menyipit. "Pak Kaiden perhatian banget sama dia." Jawab staf wanita itu, ada nada provokasi di suaranya. "Itu keponakannya." Nada mencoba memancing. "Iya." Wanita itu mengiyakan, namun buru-buru melanjutkan, "Tapi kadang kelihatan tatapan dan sikap pak Kaiden lebih dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD