Bab 61

1276 Words

Malam semakin larut. Jam dinding di apartemen Nada sudah menunjukkan lewat tengah malam, tetapi matanya masih terbuka lebar menatap langit-langit kamar. Ia sudah mencoba membaca. Mencoba menonton serial. Bahkan mencoba memaksa dirinya tidur lebih awal. Tetapi semuanya gagal. Pikirannya terus kembali ke satu nama. Kaiden. Dan semakin ia memikirkannya, semakin besar rasa tidak nyaman yang menggerogoti dadanya. Nada membalik tubuhnya untuk kesekian kali. Lalu akhirnya menyerah. Ia meraih ponsel di nakas dan mencari satu nama di daftar kontak. Panggilan tersambung setelah beberapa dering. Suara mengantuk langsung terdengar. "...Halo?" "Vina." "Astaga." Wanita di seberang langsung mendesah panjang. "Kamu lihat jam nggak?" Nada melirik jam dinding. "Setengah satu." "Persis."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD