Bab 44

1083 Words

Ruangan langsung membeku. Tidak ada suara. Tidak ada gerakan. Bahkan udara terasa berhenti mengalir. Kaiden yang semula hendak berjalan ke arah ruang kerja perlahan menghentikan langkahnya. Punggungnya menegang. Untuk beberapa detik ia hanya berdiri diam membelakangi Aluna. Lalu perlahan berbalik. Tatapan mereka bertemu. Dan Aluna langsung tahu. Ia berhasil mengenai titik yang selama ini dihindari pria itu. "Jangan bicara sembarangan." Suara Kaiden rendah. Terkontrol. Tapi justru karena itu terdengar lebih berbahaya. "Aku bicara sembarangan?" Aluna tertawa pendek tanpa humor. "Aku cuma nanya." "Kamu tahu jawabannya." "Enggak." Aluna menggeleng. "Karena yang aku lihat sekarang Uncle terus pura-pura seolah nggak pernah terjadi apa-apa." Rahang Kaiden mengeras. "Aluna."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD