Pagi itu rumah masih diselimuti suasana tenang. Langit bahkan belum sepenuhnya terang ketika suara mobil memasuki halaman terdengar dari luar. Aluna sudah mulai bersiap untuk berangkat ke kantor. Ia menuruni tangga sambil mengikat rambutnya asal. Awalnya ia mengira itu kendaraan milik Kaiden atau salah satu staf rumah yang datang lebih awal. Namun begitu melihat sosok yang berdiri di ruang tengah, wajahnya langsung berubah cerah. "Papa!" Robert yang baru saja meletakkan tas kerjanya langsung tersenyum lebar. "Nah, ini dia putri papa." Aluna berjalan cepat lalu memeluk ayahnya erat. Sudah bertahun-tahun berlalu sejak dirinya dewasa, tetapi setiap kali bertemu ayahnya, Aluna tetap berubah menjadi gadis kecil yang selalu merindukan perhatian orang tuanya. "Kok pagi-pagi banget?" "Pe

