Bab 42

1344 Words

Sore hari. Sebuah kafe yang cukup tenang di kawasan bisnis menjadi tempat pertemuan mereka. Robert sudah duduk lebih dulu ketika Kaiden datang. Pria itu masih mengenakan kemeja kerja. Lengannya digulung sampai siku. Di atas meja terdapat secangkir kopi yang sudah tinggal setengah. "Maaf menunggu." Robert tersenyum. "Baru lima menit." Kaiden duduk di hadapannya. Mereka sempat berbincang ringan mengenai pekerjaan dan perkembangan bisnis di Papua. Namun Kaiden tahu, Robert tidak mengundangnya hanya untuk itu. Dan benar saja, beberapa menit kemudian, pria yang lebih tua itu meletakkan cangkir kopinya. Tatapannya berubah lebih serius. "Aku mau bicara soal Aluna." Kaiden langsung diam. Mendengarkan. Robert mengembuskan napas pelan. "Aku minta satu hal dulu." "Apa?" "Jangan ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD