Bab 41

1050 Words

Ruang staf yang biasanya ramai menjelang siang tampak jauh lebih lengang hari itu. Satu per satu karyawan sudah keluar untuk makan siang. Beberapa menuju kantin. Sebagian pergi ke restoran di sekitar gedung. Suara percakapan yang sejak pagi memenuhi ruangan perlahan menghilang, berganti dengungan pendingin udara yang terdengar samar. Di sudut ruangan, seorang gadis muda masih duduk di mejanya. Layar komputer menyala di depannya. Beberapa berkas terbuka. Sekilas ia tampak sedang bekerja. Namun satu tangannya memegang ponsel yang ditempelkan ke telinga. Suaranya direndahkan. Hati-hati. Seolah takut didengar orang lain. "Iya, Mbak Nada." Gadis itu melirik ke arah pintu koridor. Memastikan tidak ada siapa pun di sana. "Pak Kaiden baru keluar." Ia mendengarkan beberapa detik.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD