Tangan Kaiden tetap tenang di atas kemudi. "Tidak ada." "Bohong." "Saya tidak punya alasan untuk berbohong." Nada tersenyum tipis. Justru karena mengenalnya terlalu lama, ia tahu kapan Kaiden sedang menghindari sebuah topik. Dan saat ini pria itu sedang melakukannya. "Kamu berubah." "Tiap orang berubah." "Bukan itu." "Lalu?" Nada memiringkan kepala. "Kamu kelihatan lebih... berat." Kaiden tidak menjawab. Nada menatap profil wajahnya. Garis rahang itu masih sama. Tatapan tajam itu masih sama. Namun ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang dulu tidak ada. "Siapa dia?" Kaiden melirik sekilas. "Nada." "Aku serius." "Saya juga." Nada tertawa kecil. "Lihat? Kamu bahkan nggak menyangkal." Kaiden menghela napas. Percakapan ini mulai melelahkan. Untungnya saat itu lampu la

