Mobil akhirnya memasuki kawasan perkantoran tempat Aluna magang. Gedung tinggi perusahaan Kaiden menjulang di depan mereka. Begitu kendaraan berhenti di area drop-off, Robert menghela napas panjang. Wajahnya menunjukkan sedikit penyesalan. "Papa sebenarnya mau jemput kamu pulang juga nanti." Aluna menoleh. "Tapi?" Robert menunjukkan ekspresi bersalah. "Ada meeting sama investor malam ini." "Oh." "Kayaknya bakal selesai larut." Nada kecewa dalam suara pria itu terdengar jelas. Dan justru itu yang membuat Aluna tersenyum. Karena meskipun sibuk, ayahnya selalu berusaha meluangkan waktu untuknya. "Nggak apa-apa, Pa." "Yakin?" "Iya." Aluna meraih lengan ayahnya lalu menyandarkan kepala sebentar ke bahu pria itu. "Papa kerja aja yang tenang." Robert mengacak rambut putrinya pe

