Bab 9

1574 Words

“Aku bisa sendiri,” kata Felisha pelan kepada Grari yang memegangi tangannya, setelah pintu kamar hotel menutup di belakang mereka. Suara musik dari pesta di taman bawah masih samar terdengar — denting piano, tawa tamu, dan suara rintik kecil hujan di kaca besar yang menghadap ke pegunungan. Suite pengantin itu besar, luas, dan terlalu mewah untuk dua orang yang bahkan belum tahu bagaimana memanggil satu sama lain dengan nyaman. Lampu gantung kristal memantulkan cahaya lembut di dinding putih. Kamar itu dibagi dua ruang besar: area tidur dengan tempat tidur berkanopi gading, dan ruang duduk dengan sofa beludru abu tua, rak buku, serta meja kecil berisi buah dan dua gelas wine yang belum tersentuh. Felisha melangkah pelan, melepas sepatunya satu per satu, menyimpan buket mawar yang sej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD