Ambisi yang Kembali Menyala

1004 Words

Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden terasa seperti jarum yang menusuk langsung ke kornea mata Nicko. Ia mengerang, mencoba membalikkan tubuhnya untuk menghindari cahaya itu, tapi kepalanya terasa seolah sedang dipukul oleh palu dari dalam. Denyut di pelipisnya terasa seirama dengan detak jantungnya yang masih belum stabil. Saat Nicko mencoba menarik selimut, ia tertegun, menyadari bahwa tubuhnya tidak mengenakan sehelai benang pun di bawah balutan selimut. Kulitnya bersentuhan langsung dengan dinginnya sprei yang masih sedikit berantakan. Nicko memejamkan mata rapat-rapat, mencoba menggali ingatan dari kegelapan semalam. Ingatannya terasa seperti kepingan puzzle yang terbakar. Ia ingat kepahitan yang ia rasakan di rumah sakit, ia ingat rasa cemburu saat melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD