26. Ketakutan Sheila

1609 Words

Pagi hari, Jaka sudah bangun terlebih dulu. Semalam, dia tidur di sofa ruang kerjanya. Untung saja sofanya tidak terlalu berat, jadi Jaka menggabungkan sofa kecil dan besar. Alhasil, kakinya tidak sampai tertekuk hingga pagi. Semalam, dia tidak bisa tidur memikirkan Sheila yang masih belum mau bicara dengannya. Hingga larut malam, matanya tidak juga dapat terpejam. Dan akhirnya, Jaka pun memutuskan untuk mengirim beberapa pesan rindu dan selamat malam pada Sheila. Pesan yang terkirim langsung centang dua. Tidak lama kemudian berubah warna menjadi biru. Jaka begitu bahagia. Dia terus saja memandangi ponselnya berharap mendapat balasan pesan dari gadis di kamar sebelah. Namun sampai beberapa jam ditunggu, tidak ada jawaban dari gadis yang masih merajuk itu. Jaka kembali menghela nafas. Ent

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD