22. Perang Terbuka

1420 Words

Jaka langsung menutup panggilannya begitu saja. Wajahnya tampak tegang. Dia membolak-balikkan ponselnya di atas meja. Tiba-tiba saja suasana ruang kerja di apartemennya berubah. Haris yang sedang memakan mi ramen terkejut melihat tingkah tiba-tiba Jaka. “Kenapa?” tanyanya keheranan. “Sheila,” jawab Jaka singkat. “Kenapa sama pacarmu?” tanya Haris lagi. Jaka menghela nafas. “Intinya aku tadi keceplosan. Sheila bingung kenapa aku bisa tahu kalau dia lagi makan siang di foodcourt sama kedua temannya.” “Lalu kamu jawab apa? Kamu nggak jujur kalau kamu punya akses CCTV kantor dan foodcourt?” Jaka menggeleng. Mulutnya penuh dengan ramen. “Mau sampai kapan kamu sembunyi seperti ini? Kenapa nggak bilang aja sih? Kamu nggak kasihan selama ini dia nganggap kamu Cuma tukang parkir?” “Dia seka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD