Aku baru saja selesai membereskan koper setelah perjalanan dari Jogjakarta ketika ponsel berdering. Nama Lia, sahabatku, muncul di layar. Aku mengangkat telepon dengan santai. "Halo, Lia? Baru saja aku mau cerita soal liburanku di Jogja. Seru banget, lho. Kamu harus-" "Bun... ini bukan soal liburan. Ada kabar duka," ucap Lia dengan suara serius saat memotong ucapanku. Aku tersentak. "Kabar duka? Siapa? Apa yang terjadi?" "Bayinya Nayla meninggal." Aku terdiam beberapa detik, mencoba mencerna ucapannya. Lalu, aku mengelus d**a dan merasa prihatin. "Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Gimana bayinya Nayla bisa meninggal?" Lia menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaanku. "Kabar yang beredar, bayinya keracunan karena menelan terlalu banyak air ketuban. Aku dengar, Nayla tetap

