"Dari mana saja kamu, Amara? Kenapa jam segini kamu baru pulang?" Bian menatap wanita yang baru saja turun dari mobil itu dengan tatapan tajam. Wajah Amara terlihat ceria. Perempuan itu kemudian meraih beberapa tote bag berisi barang belanjaan yang dia beli di pusat perbelanjaan. Senyum manis terbit pada wajah cantiknya. "Aku habis jalan-jalan ke mall." Amara menunjukkan barang-barang belanjaannya pada Bian. "Maafkan aku, gara-gara pengen belanja, aku jadi kelupaan kalau hari sudah malam." Amara memasang wajah sedih di hadapan Bian. Biasanya Bian akan langsung luluh jika melihat Amara memasang wajah seperti orang yang teraniaya. Apalagi, jika melihat kedua matanya berkaca-kaca. Bian langsung tidak tega memarahi Amara meskipun perempuan itu melakukan kesalahan. Bagi Bian, yang terpentin