Bab 16. Permainan Palsu

1061 Words

Setelah meninggalkan studio Gala, Binta mengemudi kembali ke Kafe Senja dalam keheningan yang berat. Ia punya waktu seminggu untuk mempersiapkan diri menghadapi X dan memalsukan pertunangannya dengan Gala. "​Tunangan?" Kata itu terasa pahit, sebuah deja vu yang menyakitkan. Binta telah mengganti Bara dengan Gala, pengkhianat dengan penghukum, hanya untuk melindungi benteng pertahanannya—Kafe Senja. Dia tidak ingin semuanya kembali hancur. Keesokan harinya, Gala datang tepat pukul 10 pagi, bukan pukul 3 sore. Ia mengenakan kaus polos dan celana jins, tampak santai tetapi matanya tajam seperti biasa. Gala duduk di meja tengah, membawa buku tebal bersampul kulit tua dan bukan tas kamera yang Binta sebut sebagai 'senjata'. ​Binta menyambutnya dengan apron bersih dan senyum profesional ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD