Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Gina melangkah masuk ke dalam ruangan Tristan dengan ekspresi tenang, tetapi sorot matanya mengandung ketegasan yang sulit diabaikan. Ia menutup pintu di belakangnya, lalu tanpa banyak basa-basi, meletakkan sebuah map berwarna cokelat di atas meja Tristan. Tristan, yang masih dipenuhi amarah setelah kepergian Jenny, mengangkat alisnya. "Apa ini?" tanyanya, menatap map itu dengan curiga. "Kamu tidak ingin menyuruh ibu mertuamu ini untuk duduk dulu, Tristan?" tanya Gina. Dengan wajah yang masih tampak terlipat, Tristan pun berkata, "duduklah, Ma." Tristan kembali menatap pada Gina dan map itu secara bergantian. "Ada apa lagi, Ma?" Gina duduk di kursi di depan meja Tristan, melipat tangannya di pangkuan. "Aku membawa berkas yang mungkin akan mengubah

