Tak terasa waktu tiga minggu berlalu sangat cepat. Hanya tinggal menghitung jam di mana ikrar janji pernikahan antara Will dan Macy dilaksanakan.
Semua persiapan untuk pernikahan mereka telah selesai dan dilakukan dengan sempurna. Mereka memutuskan untuk memakai jasa WO lain, mereka tak ingin menyusahkan Monica yang baru menikah bulan lalu. Karena bukan hal yang tak mungkin jika Monica sendiri yang akan mengurus segala persiapannya. Namun untuk Wedding Gown-nya, mereka setuju untuk memakai gaun rancangan Monica.
Pemberkatan diadakan di sebuah gereja yang telah dihias dengan sederhana tetapi tetap memperlihatkan keindahannya. Gereja tersebut juga merupakan gereja yang menjadi saksi atas pemberkatan antara Monica dan Roy.
Macy telah siap di bride room mengenakan Wedding Gown-nya. Gaun berwarna putih, heels dengan warna senada, necklace, earrings, rambut digelung ke belakang dengan crown di atasnya, serta bunga yang telah berada di genggamannya.
Sementara Will tengah berdiri di atas altar menunggu pengantinnya. Mengenakan white tuxedo, celana hitam, black tie, black pentofel, serta rambut yang ditata rapi.
Will terus mengatur debaran jantungnya yang terus saja berdetak lebih kencang dari biasanya. Sebentar lagi dia dan Macy akan mengucap janji sehidup semati dihadapan Tuhan. Meski jantungnya berdetak kencang, namun Will tetap saja masih bisa menahan ekspresinya agar tetap datar seperti biasa.
Sedangkan Jordan yang berada di samping Will terus memperhatikan tingkah sahabatnya itu. Hari ini Jordan berperan sebagai Groomsmen.
"Gugup?" Tanya Jordan.
"Kamu akan merasakannya kalau kamu sudah berada diposisiku" Jawab Will.
Pintu terbuka menampakkan dua orang yang sedang bergandengan. Diikuti Kenia yang berperan Brides Maid di belakangnya. Seorang ayah yang menuntun putrinya menuju altar pernikahan sang putri. Mempelai pria bahkan tidak dapat berkedip ketika melihat mempelai wanita berjalan ke arahnya dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.
"Kuserahkan putriku padamu, Nak. Tolong cintai, hargai, lindungi, dan perlakukan dia dengan baik seperti yang Daddy lakukan selama ini" Ucap Derrick saat menyerahkan putri bungsunya pada Will, yang sebentar lagi akan menjadi menantunya.
"Dad" Ucap Macy terharu.
"Tanpa perlu Anda katakan, saya akan melakukan lebih dari itu" Ucap Will.
Derrick tersenyum mendengar pernyataan Will. Sebelum kembali ke bangkunya ia meneteskan air mata, air mata kebahagiaan. Melihat putri bungsunya yang sebentar lagi akan dipersunting oleh pria lain.
Sementara Macy yang melihat sang ayah menitikkan air mata, membuatnya ingin memeluk ayah tercintanya. Namun ia hanya bisa menahannya, ia tak boleh melakukannya sekarang. Derrick akhirnya duduk di bangku yang telah disiapkan untuknya, di samping sang istri. Tessa Allyson.
"Will Carbert, apakah Anda menerima pernikahan ini?" Tanya sang pendeta pada Will.
"Ya" Jawab Will.
"Macy Allyson, apakah Anda menerima pernikahan ini?" Tanya sang pendeta pada Macy.
"Ya" Jawab Macy.
“Apakah ada yang keberatan dengan pernikahan ini?” Tanya sang pendeta kepada tamu yang hadir. Melihat tak ada yang keberatan, sang pendeta melanjutkan ucapannya.
"Saudara Will Carbert silakan ucapkan janji nikah Anda dengan sungguh-sungguh, dengan kebebasan dan tanpa paksaan" Pintah sang pendeta pada Will.
"Saya, Will Carbert menerima engkau, Macy Allyson menjadi satu-satunya istri dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat, untuk dikasihi dan diperhatikan serta dihargai, seperti Kristus mengasihi Jemaat-Nya sampai kematian memisahkan kita, menurut titah kudus Tuhan dan iman percaya saya kepada-Nya, kuucapkan janji setiaku kepadamu" Ucap Will.
"Sekarang saudari Macy Allyson silakan ucapkan janji nikah anda dengan sungguh-sungguh, dengan kebebasan, dan tanpa paksaan" Pintah sang pendeta pada Macy.
"Saya, Macy Allyson menerima engkau, Will Carbert menjadi satu-satunya suami dalam pernikahan yang sah, untuk dimiliki dan dipertahankan, sejak hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, semasa kelimpahan dan kekurangan, di waktu sakit dan di waktu sehat, untuk dikasihi dan diperhatikan serta dihargai, seperti Kristus mengasihi Jemaat-Nya sampai kematian memisahkan kita, menurut titah kudus Tuhan dan iman percaya saya kepada-Nya, kuucapkan janji setiaku kepadamu" Ucap Macy.
Setelah janji diucapkan, Jordan dan Kenia kembali memasuki ruangan, berjalan mendekati altar menuju kedua mempelai membawa cincin pernikahan.
"Saudara Will Carbert masukkan cincin ini pada jari manis tangan kanan saudari Macy Allyson sebagai tanda kasih saudara kepadanya yang tidak akan berakhir dan tidak akan luntur" Pintah pendeta. Will pun menuruti ucapan sang pendeta.
"Saudari Macy Allyson masukkan cincin ini pada jari manis tangan kanan saudara Will Carbert sebagai tanda kasih saudari padanya yang tidak akan berakhir dan tidak akan luntur" Pintah pendeta pada Macy. Macy pun juga menuruti ucapan sang pendeta.
"Dengan demikian dalam nama Tuhan Yesus Kristus, saudara Will Carbert dan Macy Allyson telah resmi dan sah sebagai suami istri di hadapan Tuhan" Ucap sang pendeta dan suara gemuruh tepuk tangan memenuhi seisi ruangan dengan senyum bahagia dari setiap orang mendampingi.
"Saudara Will Carbert silahkan mencium saudari Macy Allyson" Pintah sang pendeta.
Will tersenyum menatap wanita di hadapannya, melangkah mendekati Macy, merengkuh wajah gadis yang kini telah resmi menjadi istrinya. Menciumnya cukup lama. Dan lagi-lagi suara gemuruh tepuk tangan memenuhi seisi ruangan, namun kali ini diiringi dengan teriakan, siulan, serta senyum bahagia tentunya.
-------
Siang berganti malam, kini saatnya resepsi pernikahan. Resepsi mereka dilaksanakan di sebuah gedung yang telah disulap dengan tema underwater dengan tetap menampakkan kemewahannya.
Macy tampil cantik menggunakan red dress dengan pita berwarna hitam di bagian pinggang, rambut yang tetap digelung ke belakang dengan flowers crown berwarna merah di atasnya, black heels, necklace, earrings dan tak lupa cincin pernikahan yang tersemat di jari manisnya.
Sementara Will tampil sangat tampan dengan black suit, white shirt, black tie, black pentofel, serta cincin pernikahan yang tersemat dijari manisnya.
Resepsi pernikahan berlangsung meriah dengan tamu undangan dan beberapa media yang diizinkan masuk untuk mengabadikan momen bahagia tersebut, didampingi oleh makanan yang lezat. Tak lupa dengan pemotongan kue dan acara dansa.
Saat sedang berbincang dengan rekan bisnisnya, seseorang menghampiri Will dan Macy membuat orang yang tadi berbincang dengan mereka berdua pergi entah ke mana.
"Congratulation for your wedding, Mr. Carbert and Mrs. Carbert" Ucap orang tersebut.
"Thank you, Mr. Fernandez" Ucap Will.
Ya, orang tersebut adalah Dominic Fernandez. Pria yang tiga minggu lalu Will dan Macy temui.
"Congratulation Mr. and Mrs. Carbert" Sekarang giliran wanita cantik yang sedari tadi berdiri di samping Dominic sembari mengamit lengan pria itu.
"Thank you, Miss..." Macy sengaja menggantung kalimatnya karena ia tak mengetahui siapa nama wanita yang berada di sebelah Dominic.
Wanita itu pun mengerti dengan maksud Macy menggantung kalimatnya, didukung oleh wajah kebingungam Macy.
"I'm Ellen Crawford, Mrs.. Mr. Fernandez secretary" Ucap Ellen memperkenalkan dirinya untuk yang kedua kali pada Macy dan Will.
Mendengar Ellen memperkenalkan diri membuat Macy tampak terkejut dengan perubahan wanita itu. Bagaimana tidak? Malam ini wanita itu tampil begitu berbeda dari pertama kali ia lihat. Tampilannya sungguh mewah dengan full make-up tanpa ada kacamata yang menggantung di hidungnya.
"This is you? Oh my God! You really look so beautiful" Puji Macy.
"Thank you for your compliment, Mrs.. But you're still prettier than anything else" Ucap Ellen tulus.
Sementara Macy dan Ellen sibuk berbincang, Will dan Dominic hanya memperhatikan mereka seperti pengawal bodoh yang setia menemani mereka. Mereka berdua bahkan sama sekali tidak memiliki niat untuk memulai obrolan. Will sibuk memandang Macy yang kini telah resmi menjadi istrinya. Sedangkan Dominic terus memandang Ellen.
Kini tiba waktunya di mana dansa dimulai. Dansa dimulai dengan Derrick dan Macy. Mereka mulai berdansa ketika alunan lagu dari Westlife - Beautiful In White terdengar.
Setelah alunan lagu selesai, Will menggantikan posisi Derrick yang berdansa dengan Macy diiringi alunan lagu dari Christina Perri - A Thousend Years.
Setelah dua sesi selesai, para tamu pun mulai turun ke lantai dansa termasuk Dominic dan Ellen. Mereka mulai berdansa diiringi lagu dari Ed Sheeran - Thinking Out Loud.
-------
Will dan Macy udah nikah guys >_<
Gimana nih nasib Warren yang baru mau maju?
Love you guys~