Lyo 10. undangan Danial

1008 Words

Malam itu, Lyo duduk di tepi kasur dengan ponselnya di tangan. Sesekali ia meregangkan ototnya karena tubuhnya cukup lelah dan sakit semua. “Lo nunggu siapa sih dari tadi? Perasaan cek ponsel mulu,” tanya Mala sambil rebahan, matanya masih ke arah ponsel. Lyo menggeleng pelan. “Nggak nunggu siapa-siapa.” Mala mendengus kecil. “Bohong lo kelihatan banget. Lo masih berharap?” “Hehe. Nggak sih, Mal. Tapi gue belum benar-benar lupain.” Tak lama kemudian, ada getaran kecil dari ponselnya. Matanya membulat ketika melihat nama yang masih ia cintai itu. “Hei, lo kenapa?” Mala menautkan alis melihat ekspresi Lyo tiba-tiba. “Mal,” suaranya bergetar. Mala menoleh pelan. “Kenapa?” “Danial chat gue,” bisik Lyo. Mala langsung duduk. “Serius?” tanyanya cepat. Lyo mengangguk cepat. “Iya.” “Bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD