“Uh!” Sora berusaha menarik ke bawa dress yang Sakura pakai tapi ia tak bisa. “Mama, Sora tidak bisa,” ucap Sora sambil mengibaskan tangan. Sakura yang berjongkok di depan Sora setengah berbalik dan memeriksa tangan Sora. Rasa bersalah pun timbul melihat tangan Sora tampak memerah. “Ya ampun, Sora, maafkan mama,” ucapnya sambil meniup tangan Sora. “Kenapa Mama tidak minta tolong sama papa?” “Ah, i- itu–” Belum selesai Sakura bicara tiba-tiba Sora berlari keluar kamar, memanggil sang papa untuk membantu Sakura membuka resleting dress yang dipakainya. “Sora, tungg!” Sakura nyaris berteriak saat memanggil Sora, mencegahnya melakukan itu. Sayangnya, ia terlambat. “Papa, tolong Mama, Pa, Mama butuh bantuan,” kata Sora setelah berhadapan dengan Raska. Tanpa menunggu Raska mengatakan ses

