Chapter 95 ~ Titik terendah

4648 Words

Rasa sakit perpisahan dan tak pernah melihatmu lagi, mataku tetap terjaga... menunggumu kembali dan meski belum ada jejakmu... tapi kuharap kau datang kali ini. Ketika angin menghembus melewati ambang pintuku, disini bukan hanya sinar matahari atau hujan tapi tanyakan padaku... bagaimana rasanya hidup tanpa hati? Bisakah aku berharap kau benar-benar datang padaku? Tak ada jalan meski orang bilang pasti ada jalan dengan mendengarkan bisikan angin sepoi-sepoi dan yang ku dengar hanya... kau menugguku dan selalu bersamaku, mendampingiku, mengiringi langkahku dengan setiap detakan jantung ini. Hanya yang memahami yang mengerti dan hanya yang mengalami akan memahami. Terkadang... kita harus kehilangan agar dapat kembali memahami, apa makna dari Menemukan dan Memiliki. “Terimakasih sudah kemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD