11.35 pm Sebelum peti di masukkan, Leo tersenyum membelai lembut wajah Layla berkata, “Tempatku akan tetap disampingmu. Lihat, paman juga memenuhi permintaanku dengan memesan tempat tidur yang luas untuk kita. Tunggu aku ya, tunggu sampai Elvano besar maka aku akan bersamamu.” Kecupan ia layangkan di kening dan kedua mata Layla dan terakhir di bibir Layla. “Aku mencintaimu banyak.” Bisiknya. Maxi memberikan tanda pada yang lain untuk menutup peti Layla. Dia berdiri dibelakang Leo yang tengah berlutut, tangannya terangkat mengusap punggung pria itu. Ia menoleh melihat Helena tampak tak rela peti tempat Layla dikebumikan. Hati siapa yang merelakan orang dicintainya pergi, entah langit mendukung dengan menjatuhkan badai membuat perasaan semakin pilu. Orang-orang tetap diam melempar bun

