Pelukan yang Menenangkan

1019 Words

Mobil hitam itu melaju mulus di jalanan kota yang mulai ramai menjelang senja. Lampu-lampu gedung sudah menyala, menerangi langit yang perlahan gelap. Di dalam kabin mobil yang tenang, hanya suara mesin dan helaan napas tertahan yang terdengar. Maira duduk di kursi penumpang dengan wajah pucat. Di sebelahnya ada Axel. Mata wanita itu sembab dengan pipi yang masih basah oleh air mata, yang gagal ia sembunyikan di kantor. Maira berusaha menatap keluar jendela. Pura-pura kuat padahal dadanya bergetar hebat. Axel melirik sekilas, lalu tanpa pikir panjang, ia meraih tangan istrinya. Jemarinya hangat, melingkupi telapak Maira yang dingin. “Sudah....” Suara Axel dalam dan penuh kelembutan. “Jangan tahan sendiri. Aku di sini.” Itu saja sudah cukup untuk merobohkan benteng yang Maira bangun. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD