Luka yang Membara

1299 Words

"Ya. Maira adalah istri saya," ucap Axel lantang, tanpa keraguan sedikit pun. Suasana kantor seketika membeku. Tidak ada lagi bisik-bisik, tidak ada lagi tawa kecil yang tadi terdengar. Hanya ada hening yang mencekam, seakan semua orang menahan napas. Dan saya nggak akan diam melihat kalian memperlakukan dia seperti ini.” Axel berdiri di ambang pintu dengan tatapan tajam. Wajahnya keras seperti ukiran batu. Kemeja putih yang rapi, dengan jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangannya. Cara Axel berdiri membuatnya terlihat bukan sekadar atasan biasa. Melainkan seseorang yang berbahaya bila dibuat marah. Tatapan Axel menyapu setiap sudut ruangan. Menelusuri wajah satu per satu karyawan yang tadi dengan enteng melontarkan sindiran. Ketika pandangan Axel berhenti pada Maira yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD