Gosip yang Menghancurkan

996 Words

Bisik-bisik itu semakin hari semakin keras. Maira bisa merasakannya setiap kali ia melangkah masuk ke dalam ruangan kantor. Tatapan mata yang menusuk, senyum sinis yang mereka sembunyikan di balik gelas kopi, bahkan tawa lirih yang seakan menertawakan wajahnya yang pucat, semuanya terasa seperti belati yang menancap di dadanya. "Nggak tahu siapa ayah anaknya." "Jadi hamil di luar nikah?" "Bisa jadi istri simpanan." "Iya juga. Soalnya dia jadi beberapa bulan ini penampilannya beda. Jangan-jangan jual diri. Haha." "Heran, kenapa masih dipertahankan di kantor? Malu-maluin nama besar perusahaan aja." Bisikan itu seolah sengaja dibiarkan meluncur bebas. Cukup keras untuk menembus telinga Maira. Mereka terang-terangan mengucapakannya, tidak ada yang ditutupi. Seakan kehadiran Maira hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD