Senyuman Titania

1530 Words

Ihsan dan Ammar sedang menunggu Dokter selesai memeriksa Titania. Keduanya tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia ketika mendengar jika Titan sudah bangun dari tidur panjangnya. Asisten Ammar yang berada di rumah sakit memberitahu kabar baik itu pada keluarga Zufar. Dia mengatakan jika menantu mereka sudah berhasil melewati masa kritisnya. Kini Ibrahim dan Eliza sedang berada dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ihsan masuk lebih dulu untuk bertemu dengan Putrinya setelah Dokter keluar dari ruang ICU. “Sayang,” panggil Ihsan. Bibir pucat Titan menyunggingkan senyuman manis pada Papanya. “Akhirnya kamu bangun juga, Nak.” Ihsan memeluk Titan dengan erat. “Kamu tidur lama sekali hingga membuat Papa khawatir sekaligus ketakutan.” “Maafkan Titan, Papa,” ucapnya dengan lirih. Ihsan mengg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD