Chapter 46

1576 Words

Mikaila menghela nafas untuk kesekian kalinya malam ini. Memikirkan Conradinez sejak tadi malah membuatnya semakin tak tenang. Terlebih kepalanya yang kini terasa pening akibat terkena air hujan tadi sore.    “Kenapa dia tidak menelepon?” Tanya Mikaila seraya melihat ponselnya untuk kesekian kalinya malam ini. “Padahal dia harus mendengar penjelasanku” Gumamnya kemudian melempar ponselnya ke tempat tidur begitu saja.    “Baiklah. Tidak usah. Tidak perlu. Aku juga malas bicara denganmu. Jadi jangan pernah hubungi aku” Dengus Mikaila. Sementara itu, Conradinez yang saat ini berada di bukit milik sang Ibu menatap langit yang terlihat masih mendung akibat hujan sore tadi. Tak ada bintang satu pun di atas sana.    Sebenarnya malam ini ia ingin menemui Mikaila, namun ia urungkan saat menging

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD