Dirga pulang ke rumah bersama sang papa saat keadaan sudah sangat larut. Ia memasuki kamar yang tidak terkunci, secara diam-diam, agar tidak membangunkan Delia. Ketika ia melongokkan kepala sebelum pintu benar-benar terbuka lebar, dilihatnya Delia sudah berbaring. Tidur dengan posisi miring ke kanan, menghadap ke tempat biasa Dirga ada di sana. Gadis itu memeluk sebuah bantal guling. Dirga melangkah perlahan. Menyimpan tas, sepatu yang sudah di tangannya, serta jas yang juga tersampir di lengan. Ia mengendap-endap layaknya seorang pencuri. Delia tampak menggeliatkan tubuhnya perlahan. Mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang. Bantal guling dipeluknya erat di atas tubuhnya. Dirga memperhatikan semua yang gadis itu lakukan, meskipun tidak banyak. Namun, itu cukup menarik bagi Dirga. I