Pagi-pagi sekali Dirga memanggil petugas AC. Semalaman ia dan Delia kepanasan akibat AC di kamarnya bermasalah. Dirga meminta Ina dan Meli mengawasi kinerja petugas mesin pendingin ruangan tersebut. Sementara ia berangkat mengantar Delia. "Mas, Mas Dirga kenapa gak bilang kalau kemaren itu Mas mau ke Bekasi?" tanya Delia. "Iya, maaf, ya, Sayang. Mas gak sempet bilang sama kamu." Dirga fokus menyetir. Sesekali ia melirik istrinya yang duduk anteng di sampingnya. "Gak sempet? Delia telepon gak diangkat, Mas lagi ngapain?" Gadis itu mencebik. Melipat kedua tangannya di depan tubuhnya, sedikit di atas perut. "Kan, namanya juga lagi di pabrik, Sayang. Jadi berisik. Mas bahkan gak bisa denger suara ponsel berdering," kilah Dirga. Bukan hanya alibi semata, tetapi memang itulah kenyataannya.