Suara gelas beradu dan tawa ringan mengisi aula mewah itu ketika Leviana naik ke panggung kecil, berdiri di samping mikrofon dengan anggun. Matanya menyapu para tamu, anggota keluarga besar, rekan bisnis, dan tokoh penting di perusahaan. Dia tersenyum tenang, penuh wibawa. “Selamat malam semuanya,” ucap Leviana membuka dengan suara yang terlatih dan memikat perhatian. “Seperti biasa, acara makan malam keluarga ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tapi juga momen di mana kita saling mengenal, memperkuat ikatan, dan merayakan perubahan.” Beberapa tamu saling bertukar pandang. Leviana menoleh ke arah Daniel dan mengangguk pelan. Daniel, yang berdiri di samping Helva di tengah kerumunan, membalas dengan langkah pasti menuju panggung, menarik Helva bersamanya. Helva sempat terkejut, tapi Dan

