Acara gala telah selesai beberapa jam lalu. Helva baru saja selesai membersihkan riasan di wajahnya, mengenakan piyama. Daniel sedang di kamar sebelah, menyelesaikan beberapa surel penting sebelum benar-benar menutup malam. Helva memeriksa tasnya yang tadi dia bawa tadi, memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Tapi matanya tertuju pada sebuah amplop kecil yang sama sekali tak dikenalnya. “Apa ini? Perasaan, aku gak membawanya tadi?” Dahinya mengerut heran. Tapi meski begitu, dia tetap mengambilnya, mengeluarkan benda itu dari sana. “Amplop? Isinya apa? Duit?” Matanya tiba-tiba berbinar dengan tebakan konyolnya. Amplop itu tidak memiliki nama pengirim. Tidak pula perangko. Hanya secarik amplop putih mengkilap, dengan segel stiker bundar berwarna emas. “Stiker emas. Bukan sembaran

