Prosesi akad nikah itu berlangsung singkat, begitu membaca nama lengkap Prita dua kali, kapten Ryu langsung duduk di hadapan penghulu dan ustadz serta wali nikah dari pihak Pritha.
Begitu wali nikah mengucapkan kalimat ijab-qabul dan tak lama dengan suara lantang kapten Ryu langsung mengucapkan tanpa ragu dan jeda sama sekali.
"Saya terima nikah dan kawinnya Pritha Isyana Gayatri binti Muhammad Ridwan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi? Sah?!"
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillah..."
Dengan tangan gemetar, Pritha menyalami tangan pria yang menjadi majikannya selama beberapa bulan ini. Mereka mengadakan sesi foto bersama dan foto-foto pernikahan lainnya, termasuk foto dengan ibunda sang kapen. Setelah sesi foto dan prosesi lainnya, Pritha tampak duduk di kursi dengan menunduk sedangkan sang kapten tampak berkonsultasi dengan ustadz yang cukup terkenal, entah apa pembicaraan mereka, yang jelas wajahnya tampak serius.
"Setelah malam ini, kamu harus bisa hamil secepatnya. Terserah mau gimana caranya. Mau ke dokter atau gimana. Yang jelas, kamu sekarang sudah menjadi istri sementara suamiku. Dan kamu memiliki kewajiban merawat dia melebihi selama ini, paham kamu?" Tandas Carisa yang tiba-tiba datang menghampiri Pritha yang duduk di kursi sendirian. Pritha menoleh karena terkejut, karena selama prosesi pernikahan tadi dirina tidak melihat sang istri majikannya.
"Ibu..."
"Sudah, pokoknya pergunakan waktu se efesien mungkin. Paham kamu?!" Ancamnya lalu Pritha mengangguk.
"Baik, Bu."
"Setelah ini, ajak suami kamu untuk langsung ke kamar. Jadi, selama dua tahun ini anggap kamu adalah istri suamiku, dan jangan pikirkan tentang aku. Fokus saja menjalani kehidupan sampai kamu benar-benar hamil. Tapi, kalau kamu tidak juga hamil dan tidak berhasil memiliki anak dari suamiku, bersiap kamu tinggal nama saja di dunia ini, paham?!" Ancamnya dan seketika Pritha mengangguk.
"Baik, Bu."
"Sudah, aku harus pulang karena aku besok penerbangan pagi. Ingat, aku akan berlibur keluar negeri, jadi, jangan recoki aku dengan hal-hal tidak perlu. Hubungi aku kalau memang ada perlu, paham?!"
"Baik, bu."
"Aku sudah menjadwalkan waktu honeymoon kalian di Bali. Disana kamu harus bisa membuat keputusan yang tepat." Tegasnya lagi membuat Pritha mengangguk paham.
“Oh, ya, satu lagi. Aku sudah menambahkan obat di minuman Ryu, pastikan dia meminumnya dan malam ini kalian harus menikmati malam pengantin. Aku mau, rekam semua adegan kalian di ranjang dari awal sampai akhir…” perintah Carissa membuat Pritha membesarkan kedua netranya.
“Bu? Kenapa harus di rekam segala?” Tanya Pritha lagi.
“Saya mau melihat dengan jelas, bagaimana suami saya tidur dengan prempuan lain, apakah dia ada masalah di hasratnya atau tidak?” Tegas Carissa dengan suara pelan, tapi teman-temannya di sampingnya justru menariknya menjauh dari Pritha dan kemudian berbisik.
“Ca, lo mah gak perlu raguin kehebatan suami lo di ranjang, aku kan udah nyobain. Dia paling gagah perkasa, di tambah pedang milik dia itu berurat dan benar-benar menggiurkan…” bisik salah satu model terkenal itu kepada Carissa.
“Hust! Lo diem aja kalau udah nyobain laki gue punya, tapi punya cowok lo juga legit banget, sampai nambah-nambah gua…” bisik Carissa lagi dan seketika mereka tertawa terkekeh.
“Kalau gitu, boleh deh kapan-kapan kita liburan bareng, trus kita gantian nyobain langsung gitu, seru banget kali, tar ajakin Pritha yang bagian ngerekam, ugh! Pasti makin seru…” bisiknya dan keduanya kembali tertawa tebahak-bahak.
“Gila lo, Pritha kan massih baru, bisa-bisa dia hyper kaya kita tar…”
“Kita buat dia hyper melebihi kita, tar kalau udah nikah sama laki lo, kita hancurkan masa depan dia, gimana? Kita buat dia jadi cewek bergilir yang murahan?”
“Setuju banget, kita buat dia jadi b***k s3x yak, wajahnya kan polos-polos nyebelin, paling enak di suruh cosplay…”
Keduanya kembali tertawa lagi membuat Pritha terdiam dan Carissa melangkah mendekat ke arah Pritha yang tadi sejak di panggil sahabatnya jarak mereka sekitar lima meter.
“Pritha, dengerin tadi kata saya kan? Rekam dan berikan ke saya, awas kamu kalau udah tidur tapi gak di rekam, habis kmu saya buat!” Tegas Carissa lagi dan Pritha hanya bisa diam.
“Denger kamu, jangan diem aja!”
“Tapi, Bu…”
“Kalau kamu menolak, saya akan buat kamu menyesal, dan kamu akan jadi santapan pria-p****************g, mau kamu?” Ancam Carissa membuat Pritha menunduk.
“Baik, Bu…” jawab Pritha lagi.
“Ingat, kamu harus minum obat atau mabuk setidaknya biar kamu juga b*******h, kalau tidak mau minum obat, aku mau gaya kamu melayani Ryu, kamu harus seperti seorang pelacvr murahan itu, paham kamu?”
Pritha hanya mengangguk, dia bingung bagaimana dia harus berperan sebagai wanita panggilan.
“Kalau kamu gagal, aku pastikan kamu akan menjadi penghuni lokalisasi paling murah di Indonesia. Paham kamu?!” Ancam Carissa membuat Pritha hanya mampu menelan ludahnya.
Melihat reaksi Pritha, Carissa tersenyum penuh misteri lalu dia berbisik ke telinga Pritha. “Ingat, harus cosplay menjadi l0nte murahan!”