Pernikahan

1032 Words

Satu jam berlalu sejak para tamu undangan kembali, ruangan ballroom terasa semakin dingin karena hanya di isi oleh mereka berdua. Kapten Ryu tampak bergelut dengan pikirannya, sedangkan Pritha hanya mampu terus menunduk sambil menggulir ponselnya dan tak melihat apapun kecuali tatapan kosong. Sampai akhirnya sang kapten bangkit berdiri karena merasa semakin dingin. "Saya tahu ini akal-akalan istri saya. Dan saya tidak tahu berapa banyak yang kamu dapatkan dari istri saya. Tapi, jangan bermimpi terlalu berlebihan tentang saya. Saya melakukan ini hanya karena tidak ingin mengecewakan istri saya." Tegas sang kapten akhirnya dan seketika Pritha mengangguk paham. "Saya paham, Pak." Ucapnya setengah berbisik, suaranya terasa serak bahkan terlihat menghilang seperti harapan kebahagiaan yang mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD