Bab 16 Belum Tuntas

1072 Words

Perjalanan pulang terasa lebih panjang dari biasanya. Lampu kota mulai menyala satu per satu, memantul di kaca mobil. Nesya duduk di kursi penumpang, menatap ke luar jendela, sementara pikirannya berputar tanpa arah yang jelas. Leo menyetir dengan satu tangan, tangan lainnya sesekali mengetuk setir pelan. Ia memperhatikan diam-diam. “Kamu menoleh ke belakang tadi.” Kalimat itu akhirnya memecah sunyi. Nesya tidak langsung menjawab. “Hm?” “Ke arah Tara.” Nada Leo datar. Namun terlalu presisi untuk disebut kebetulan. Nesya menghela napas pelan. “Aku hanya… merasa ada yang berubah.” “Karena kamu mulai melihatnya.” Bukan pertanyaan melainkan sebuah pernyataan. Nesya menoleh sedikit. “Kamu benar-benar yakin tentang ini?” Leo tidak menjawab beberapa detik. Lampu merah membuat mobil ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD