"Huft ... akhirnya," Ucap Kevin sambil merapikan rambutnya yang masih sedikit basah. Pagi itu Kevin sudah berpakaian rapi. Kemeja biru muda yang disetrika halus membungkus tubuhnya, rambutnya tersisir lebih teratur dibanding beberapa hari terakhir. Ia berdiri di depan cermin kecil dekat pintu sambil merapikan mansetnya. Hari ini ia benar-benar sudah berniat untuk kembali mencari pekerjaan dengan menyiapkan CV dokternya untuk rumah sakit lain. Dari dapur terdengar suara langkah Cecilia. Wanita itu membawa dua cangkir kopi hangat. “Kak Kevin beneran mau pergi pagi-pagi?” tanyanya sambil menyodorkan satu cangkir. Kevin mengangguk pelan. “Iya. Nggak mungkin kalau aku terus begini.” Cecilia tidak menjawab. Ia hanya memperhatikan wajah Kevin yang terlihat sedikit lebih hidup dibanding hari

