Bab 31. Menuntut Lebih

1012 Words

Beberapa hari terakhir, Kevin masih berdiam diri di rumah, lebih tepatnya di rumah Cecilia. Memangnya ke mana lagi ia akan pergi dan memuaskan diri jika tidak bersama Cecilia saat ini. Kevin duduk di kursi ruang makan dengan secangkir kopi yang sudah lama dingin. Ia memegang cangkir itu tanpa benar-benar meminumnya. Dari kamar bayi di ujung lorong terdengar suara tangisan kecil. Kevin langsung bangkit. Beberapa detik kemudian ia sudah berdiri di samping tempat tidur bayi. Sean yang baru berusia sembilan bulan sedang menggerakkan tangan kecilnya sambil merengek pelan. Wajahnya masih merah karena baru bangun tidur. Kevin mengangkatnya perlahan. “Shh … Papa di sini,” gumamnya pelan. Sean berhenti menangis setelah berada dalam pelukan ayahnya. Bayi itu hanya memandang wajah Kevin dengan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD